Beranda Ekonomi Bisnis Keuangan Dan Perbankan Surat Edaran Kemenaker Tentang THR, Bikin Resah Karyawan!

Surat Edaran Kemenaker Tentang THR, Bikin Resah Karyawan!

0
Surat Edaran Kemenaker Tentang THR, Bikin Resah Karyawan!
Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah (Sumber foto, Laman Resmi facebook.com)

JAYAKARTA.net, Jakarta – Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah mengeluarkan Surat Edaran (SE) Tanggal 6 Mei 2020, dengan Nomor M/6/HI.00.01/V2020 TentangĀ  Pelaksanaan Pemberian Tunjangan Hari Raya Keagamaan Tahun 2020 Di Perusahaan Dalam Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019, yang ditujukan untuk Para Gubernur diseluruh Indonesia.

Dalam Surat Edaran tersebut, pada point pertama Menaker meminta kepada para gubernur se Indonesia untuk memastikan agar perusahaan membayarkan Tunjangan Hari Raya Keagamaan kepada buruh/pekerja sesuai dengan aturan perundang-undangan ketenagakerjaan.

Yang membuat resah para karyawan saat ini adalah pada point kedua perusahaan yang tidak mampu membayar Tunjangan Hari Raya Keagamaan kepada buruh/pekerja sesuai dengan aturan perundang-undangan maka perusahaan harus mengadakan dialog antara pengusaha dengan pekerja/buruh dengan dilandasi atas azaz kekeluargaan dan dengan iktikad baik untuk mencapai kesepakatan.

Mudik di Hari Raya Idul fitri merupakan moment yang selalu ditunggu oleh seluruh muslim terutama di Indonesia, bahkan mudik bukan hanya dilakukan oleh warga muslim tapi juga dilakukan oleh warga non muslim Indonesia.

Fenomena mudik memang sudah menjadi tradisi bahkan sudah menjadi adat istiadat masyarakat Indonesia yang telah berjalan sangat lama, tentu menghadapi masa mudik itu masyarakat membutuhkan persiapan-persiapan untuk mudik, terutama uang.

Dengan adanya Surat Edaran dari Kementrian Ketenagakerjaan tersebut tentu membuat panik para karyawan, mengingat Lebaran Idul Fitri kian dekat. Mereka yang sudah merencanakan untuk mudik resah apabila perusahaan dimana mereka bekerja tidak dapat memberikan hak dan kewajiban mereka untuk memberikan Tunjangan Hari Raya Keagamaan.

Pada Point kedua huruf (a) mengatakan jika perusahaan tidak mampu memberikan tunjangan secara penuh sesuai waktu yang ditentukan maka THR dapat dilaksanakan secara bertahap, sementara pada hurf (b) menjelaskan, jika perusahaan tidak mampu memberikan tunjangan sama sekali maka akan ditunda pembayarannya sesuai kesepakatan.

Pada point kedua huruf (a) dan (b) inilah yang membuat resah para karyawan atau buruh, dimana mereka telah mempersiapkan untuk mudik pada kesempatan yang hanya hadir setahun sekali ini, walaupun pemerintah saat ini telah menghimbau untuk tidak mudik pada perayaan Hari raya Idul Fitri 2020 ini.

Tidak mudik lebaran tentu merupakan hal yang sangat susah untuk dicegah, walaupun dalam kondisi wabah virus seperti saat ini, karena tradisi ini telah menjadi tradisi turun-menurun dari sejak dulu.

Berikut isi Surat Edaran Menaker Surat Edaran (SE) dengan Nomor M/6/HI.00.01/V2020, terlampir :

Surat Edaran Kemenaker Bikin Resah Karyawan
Surat Edaran Kementrian Tenaga Kerja

Editor : Adi Mubarraq