Beranda Nusantara DKI Jakarta SMI, “Anis Baswedan Angkat Tangan Untuk Bantuan Sosial Warga DKI Jakarta”

SMI, “Anis Baswedan Angkat Tangan Untuk Bantuan Sosial Warga DKI Jakarta”

0
SMI, “Anis Baswedan Angkat Tangan Untuk Bantuan Sosial Warga DKI Jakarta”
Menteri Keuangan Republik Indonesia, Sri Mulyani Indrawati ( Foto sumber, Laman Resmi Facebook.com)

JAYAWIJAYA.net, Jakarta – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (SMI) menyatakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tidak mempunyai anggaran untuk bantuan sosial (bansos) kepada 1,1 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dan melepaskan tanggung jawab kepada Pemerintah Pusat.

SMI menjelaskan Pemprov DKI Jakarta mempunyai tanggung jawab untuk penyaluran Keluarga Penerima Manfaat (KPM) sebanayak 4,7 juta jiwa. Kesepakatannya 3,6 juta keluarga dibiyayai Pemerintah Pusat dan 1,1 juta dibiyayai oleh Pemprov DKI Jakarta kan tetapi ahirnya keseluruhan sejumlah 4,7 juta keluarga ditanggung oleh Pemerintah Pusat karena Pemrov DKI tidak mempunyai anggaran untuk bansos.

“tadinya 3,6 juta Pemerintah Pusat dan 1,1 ditanggung DKI Jakarta, ahirnya semua ditanggung oleh Pusat” kata Sri Mulyani.

Sri mulyani menjelaskan  hal tersebut dihadapan komisi XI DPRI RI pada, Rabu (6/5/2020), ia mengatakan mendapatkan laporan dari Menko PMK Muhajir Effendi Pemprov DKI minta keseluruhan PKM DKI Jakarta semua di tanggung oleh Pemerintah Pusat.

Saat ini Pemerintah Pusat menganggarkan RP 110 trilliun untuk alokasi jaring pengaman sosial, karena limpahan dari KPM yang tidak mampu di laksanakn oleh Pemprov DKI maka harus Pemerintah Pusat Harus meningkatkan Alokasi anggaran untuk bansos.

Namun, Sri Mulyani mengungkapkan bahwa penyaluran bansos kepada masyarakat terdampak Covid-19 jakarta, yang meliputi Jakarta, Bogor, Depok, tanggerang dan Bekasi sudah mencapai 80 persen berdasarkan laporan dari Kementrian Sosial.

” Pekan ini menurut data Kementrian Sosial, implementasi penyaluran bansos hampir mencapai 80 persen” kata SMI.

Selain DKI Jakarta bantuan sosial yang disalurkan melalui Kemetrian Sosial untuk wilayah Bogor, Depok, Tanggerang dan Bekasi mencapai 600.000 Keluarga, dan penyaluran ini merupakan penyaluran yang pertama karena Jakarta yang mengalami dampak dari wabah Covid-19 pertama kali.

Sumber : kompas.com

Editor : Adi Mubarraq